Laundry
Rawa Girang, Bandung Barat
Hari senin (4/4) puasa hari kedua. Kita lewati aja proses bangun untuk sahur lalu tidur kembali. Seperti biasa, bangun sebelum alarm bunyi, lebih tepatnya setengah jam sebelum alarm bunyi. Tidak menyisakan kantuk, karena beberapa bulan kebelakang ini setelah ada kejadian yang menimpaku, yang berurusan dengan hukum (dan memaksaku untuk kembali tinggal di rumah ibuku). Jam tidurku maju sejam dari biasanya, ini artinya jam 21 aku sudah ada dalam posisi tidur, HP aku matikan begitu juga lampu kamarku. Ini tergantung, apakah aku langsung tertidur atau ada proses yang biasanya menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam untuk akhirnya benar2 tertidur. Ada beberapa kondisi yang membuat proses tidurku terhambat; aku masih merasa lapar walaupun sudah makan malam, kopi dan yang paling menyiksa adalah overthinking ku dan bahkan ini yg kadang membuatku merasa lelah. Sebentar, aku ingin menjelaskan sedikit soal overthingking ini. Jadi tingkat keparahan overthinking ku justru disaat aku masih aktif menggunakan cir (aku tidak akan menjelaskan apa itu. Aktifitas inilah yg membuatku berurusan dgn hukum), awalnya aku merasa bahwa aktifitas ngecir ku justru membantu aku untuk tidak seperti itu-overthinking, tapi setelah aku meninggalkan aktifitas tersebut justru aku merasa bahwa overthinkingku tidak separah sebelumnya, bahkan aku merasa terbebas dari pikiran2 yang menurutku tidak perlu (aku ingin menjelaskannya tapi aku bingung harus memulai bagaimana). Dan yang pasti aku merasa lebih tentram dari sebelumnya.
Hari senin jadwal ku menjaga laundry. Usaha patungan kecil2an bersama teman kuliahku dulu. Tujuannya sih kalau usaha laundry ku ini lancar, artinya jika pemasukan tiap bulannya bisa memenuhi kebutuhanku, aku akan berhenti jadi grab driver yang selama ini menghidupi ku dan memberikan sedikit kontribusi untuk kebutuhan di rumah termasuk yaa memberikan modal untuk usaha laundry ku. Kalau di tanya apakah sudah bisa di andalkan, jawabannya belum. Dan kalau harus dibandingkan pemasukannya dengan pekerjaaan ku sebagai grab driver tentu masih lebih baik menjadi grab driver. Walaupun tiap bulannya tidak selalu sama tp masih lebih baik. Oke oke mungkin usaha laundry ku memang belum bisa diandalkan karena baru berjalan 4 bulan, walaupun masih bisa dianggap lumayan karena masih bisa menutupi biaya operasional selama 4 bulan ini.
Kenapa hanya satu hari saja aku menjaga laundry? Karena selebihnya ada pegawai yang melakukannya. Punya pegawai? Gaya. Padahal usahanya saja belum kelihatan prospeknya. Tapi sudah sok2an ngehired pegawai. Bukan, bukan begitu. Jadi setelah dua bulan jalan aku mengakui ke temanku bahwa betapa membosankannya menjaga laundry walaupun hanya beberapa jam dalam satu hari dan selama enam hari dalam seminggu. Tetapi opsi ngehired pegawai belum bisa dilakukan. Jadi ya dengan terpaksa kita berdua harus sabar menjalani kebosanan tersebut, tapii bukan tidak bersukur yaa. Cuman ya itu yang kita rasakan, sejujurnya. Dan akhirnya pada saat aku terciduk kasus narkoba yang telah aku sebutkan di atas, di tahan di polres selama 4 hari lalu di tendang ke rehabilitasi selama 6 hari. Pada saat itulah temanku inisiatif mencari pengganti karena dia tidak tahu dengan jelas akan berapa lama sampe akhirnya aku bisa pulang dan aktif lagi menjaga laundry sementara dia juga tidak mungkin saban hari mantengin laundry-an selama 9 jam/hari (aku akan menceritakan ini secara khusus nanti, jadi ini hanya garis besarnya saja). Begitulah kira2 proses bagaimana akhirnya kita dengan terpaksa ngehired pegawai. Waktu itu aku setuju saja, pertama karena ada perasaan ga enak, kedua karena memang kita berdua terlalu malas untuk menjaga laundry setiap hari. Jadi ya kalau mau dibilang sok2an ada benernya juga sih.
Tidak banyak yang bisa aku lakukan selama menjaga laundry, walaupun hanya beberapa jam saja. Selain kalau kebetulan ada yang minta pick up pakaian yang akan di laundry selebihnya aku sibuk dengan handphone ku.
Komentar
Posting Komentar