Bilbao



Bilbao, Citarum
Baru kali ini aku mendapatkan orderan dari restoran ini. Bilbao, begitu mewah dan elegan. Mungkin karena interior dan iringan alunan musik klasik nya yang menciptakan kesan tersebut.  Orderan Grabfood (Gf) Dari Bilbao adalah orderan keempat hari ini. Tadinya aku sudah pesimis hari ini (5/4) orderan gf akan sangat lambat mengingat sekarang bulan puasa. Aku membandingkannya dengan bulan puasa tahun lalu. Tp lalu aku berpikir lagi bulan puasa tahun lalu dan tahun sebelumnya lagi pada saat itu adalah momen dimana virus covid 19 lagi parah2 nya. Orang2 di batasi pergerakannya, kantor2 memaksa para karyawannya untuk bekerja di rmh (atas himbauan dari pemerintah) , begitu jg dgn restoran dan merchant gf sulit untuk membuka gerainya karena peraturan ini itu (himbauan dari pemerintah juga). Para driver ojeg online salah satu yg terkena imbas dari momen mengerikan tersebut. Tapi, bulan puasa tahun ini walaupun masih terjadi kasus covid 19, peraturan yang di terapkan cenderung lebih longgar. Mungkin karena sebagaian besar orang sudah mendapatkan vaksin. 

Bubur Ayam Priangan, Cikutra
Orderan gf kedua. Sudah lumayan lama baru dapat orderan gf dari bubur ayam priangan. Tidak menyangka juga mereka akan buka di jam biasa. Tidak ada driver di dekat dekat situ saat aku perhatikan. Mungkin itulah kenapa orderannya masuk kepadaku. Tp hey, aku tetap harus percaya diri bahwa ada atau tidak adanya driver di sekitaran situ, orderannya tetap akan masuk padaku. Mungkin. 

Hari ini aku membatalkan 4 orderan, 3 orderan grab express dari customer yg sama dan 1 orderan grab bike dalam kondisi ngeblast. 

Konsekuensi karena telah menolak 4 orderan adalah, satu: berpengaruh pada lambatnya orderan pada hari berikutnya (terjadi hari ini, tanggal 6/4). Kemaren tanggal 5/4 aku menolak orderan grab express dengan alasan barang yang terlalu besar. Setelah kutolak, karena aku tidak langsung mematikan aplikasi gran ku secara otomatis orderan tersebut masuk lagi padaku, begitu juga yang ke tiga kalinya walaupun aku sudah mematikan aplikasi grab ku, hanya saja waktunya terlalu singkat hingga orderan tersebut masuk lagi padaku. Memang penolakan ketiga orderan yang sama tersebut tidak membuat performaku turun karena aku punya alasan yang kuat kenapa aku menolak orderan tersebut. Tapi yang membuat aku secara otomatis mendapatkan notifikasi dari kantor grab, yang berisi peringatan karena terindentifikasi menolak orderan adalah setelah aku menolak orderan ke empat. Orderan grab bike dalam kondisi ngeblast artinya titik penumpang jaraknya terlalu jauh dari posisi ku berada (kondisi blast selalu terjadi di saat hujan atau setelah hujan, tp bisa juga terjadi karena pada saat itu hanya aku driver terdekat dari posisi penumpang. Bisa terjadi juga pada orderan gf). Konsekuensi kedua adalah yang paling parah: pemutusan mitra atau PM. Tapi untung nya tidak terjadi. Sebagian besar driver percaya bahwa itu hanya gertakan dari pihak aplikator. Karena nyatanya dari sebagian besar driver merasa aman2 aja walaupun mereka pernah melakukan itu. Orderan tetap ada dan PM tidak pernah terjadi. Tp aku sendiri sedikit yakin, konsekuensi pertama adalah masuk akal. Terhambatnya orderan adalah bagian dari resiko terlalu seringnya membatalkan orderan. Karena pihak aplikator merasa, bahwa kita sebagai driver tidak siap untuk menerima orderan atau terlalu pilih2 soal orderan. Aku termasuk driver yang tidak pernah melakukan keduanya, jika pertimbangan untuk menolak orderan sangat masuk akal buatku. Seperti kasus kemaren, barang terlalu besar buatku atau kalau aku menolak orderan grab bike itu karena posisi penumpang terlalu jauh atau titik jemput berada di lokasi zona merah, yang mana tentu saja itu dilarang untuk mengangkut penumpang dari area tersebut. 
Jadi hari ini, aku hanya mendapatkan 4 orderan saja. Aku berniat untuk melanjutkan, tp hari ini seperti kemaren dan hari sebelumnya, hujan seperti tidak mau berhenti. 

Komentar